Pages

Tuesday, August 14, 2012

Teman

Ini blog curhat memang. Bukan sebuah blog yang hebat. Blog ini adalah teman saya. Saya datang ke blog ini kapan saja, saat saya benar-benar membutuhkan tempat untuk menumpahkan segala unek-unek yang ada di kepala saya. Ini bukan blog serius, bukan blog tempat mencari uang, bukan blog yang bermutu, mungkin. Tapi blog ini tempat berteman. Kalau suka, silahkan baca, kalau tidak silahkan exit, tak masalah. 

Saya sedang terobsesi menjalin pertemanan dengan siapa saja. Dengan orang sebanyak-banyaknya. Semenyenangkan-menyenangkannya. Seseru-serunya. Sebahagia-bahagianya. Selepas-lepasnya.

Semua itu karena saya benci ditinggalkan. Saya hanya tidak ingin mengulang hal bodoh yang pernah saya lakukan di waktu yang lalu, -menyepesialkan satu orang dan akhirnya saya ditinggalkan begitu saja-
Lebih baik kita berteman dengan banyak orang, dengan perasaan yang santai, enjoy, menyenangkan, dan ketika kita kesusahan banyak yang bisa kita mintai pertolongan. Juga di saat kita senang, banyak yang bisa menjadi tempat kita berbagi kebahagiaan yang sedang kita rasakan.

Memang banyak sih yang bilang, bertemanlah dengan siapa saja, tapi berkariblah hanya dengan beberapa. 

Hm. Oke. Memang benar sih, tapi saya hanya ingin yang pertama. Saya ingin berteman dengan banyak orang. Saya sedang tidak ingin berkarib dengan siapapun. Saya hanya ingin menjadi teman yang baik untuk teman-teman saya. Semoga.
Ah, kok saya jadi ngelantur ya nulisnya. Ya sudah. Seperti itu dulu. Terimakasih sudah mau membaca, maaf tidak penting. 



Salam Pertemanan 
Suzash Gribisy Rabbani :)

Dear Neptunus

Dear Neptunus...
Aku mencintainya...

Di depannya aku menjadi diriku sendiri.
Seperti airmu yang selalu membawa semua pesanku.
Dia pun begitu.
Membuatku hanyut oleh sorot matanya.
Membuatku lupa oleh kesederhanaan suaranya.
Sampai aku tak bisa katakan apa-apa padanya.
Bahkan untuk sekedar bilang rindu... hmm... atau butuh...

Banyak yang nggak ngerti, lalu terluka... dan saling menyalahkan.
Karena itu aku takut bicara tentang hati.
Maka ku tuliskan saja, lalu kusimpan...
dan mungkin ku kirimkan ke... entah ke mana....

Kugy



Saturday, August 11, 2012

Temenku Banyaakkk :D

Aku bahagia punya banyak temaaaannn :D

Terimakasih ya Allah, aku sudah diperkenalkan dengan mereka, orang-orang baik yang bersedia menjadi temanku. Aku senang berteman sama mereka. Aku senang punya teman yang banyak. Aku senang bisa loyal dan enjoy main sama mereka.. Aku seneng banget.

Vony, Poppy, Alin, Muna, Zannuba, Alifah, Anna Alam, Ana Ghoya, Nafa, Lutfi, Firda, Nina, Tisnga, Vina, Tika, Salma, Eza, Rahma, Vivi, Rizqi, Siti, Raeda, Arini, Chika, Ikrima, Unyul, Nia, Corry, Wulan, Annisah, Salwa, Dharul, Lina, Indah, Ajeng, Robi'ah, Rina, Hana, Intan, dan bahkan Yuyun anak baru, dan juga semua yang belum tercantum di sini, kalian semua teman yang baik untuk saya...

Semoga kita bisa jadi temen selamanya :D
Pokoknya kalian semua keren-keren..

Friday, August 3, 2012

Golongan Putih



Terkadang kita memposisikan presiden dan pemerintahannya itu selayak raja, yang tinggi dan dihormati. Yang apa-apa dilayani. Yang apa-apa dipatuhi. Namun terkadang kita harus memposisikan pemerintah itu selayaknya pembantu.

Katakanlah negara kita itu rumah mewah tingkat dua. Punya kolam renang. Punya taman. Halamannya luas. Ruang tamunya besar. Ruang keluarga lebar. Kamar tidur delapan. Dapur elit, dan sebagainya. Kita mesti mencari pembantu untuk membantu kita mengurus rumah itu. Kita yang memilih dan menyewa pemabantu. Kita yang mengontrol kerja mereka. Memberikan award jika kerja mereka bagus, dan menghukum mereka jika kerjanya buruk. Tentu saja hukuman itu bukan berupa sulutan rokok dan siraman air panas. Karena kita masih bangsa beradab, diberhentikan saja sudah merupakan hukuman yang lebih dari cukup.
Karena kita sudah tahu kinerja pembantu itu buruk, kita memberhentikannya. Belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, kita tidak bakal menyewanya lagi.

Begitu juga dengan bernegara dan memilih pemimpin. Pemimpin itu seperti pembantu. Kita yang memilih dan mengontrol kerja mereka. Kalau mereka bekerja dengan buruk, tidak sesuai dengan apa yang diinginkan rakyat, maka cukuplah sudah. Berhenti. Hukumannya gampang, jangan pilih dia lagi. Itu bukan hukuman yang main-main. Karena kegagalan dalam pemilihan ulang adalah akhir dari karir seorang politikus. Makanya, banyak pemimpin yang berhati-hati belakangan ini. Berhati-hati memelihara janjinya, berhati-hati melakukan pekerjaannya. Mereka takut dihukum rakyat.

Jika tak keberatan, tetaplah memilih. Tetaplah memilih. Karena pilihan anda adalah menentukan seperti apa pendidikan, pelayanan kesehatan, pelayanan kesejahteraan yang akan anak-cucu anda dapatkan.

Thursday, August 2, 2012

No Body Know Who I Really I'm

Mungkin semua orang tidak mengerti siapa sebenarnya aku.
Namun...
Aku tidak pernah merasakan seperti ini sebelumnya. KOSONG.
Dan jika aku membutuhkan seseorang. Maka siapa yang akan datang?

Aku  mendayung perahuku dengan penuh cinta
Gelombang tidak akan pernah lepas dari perahuku


Aku  terus berdoa dan berharap agar perahuku sampai hingga tujuan.
Dan berharap untuk menemui sebuah pantai..

Kapan aku bisa melihat sebuah pantai?
Aku ingin tahu siapa kamu sebenarnya..
Aku tidak pernah berpikir aku bisa merasakan seperti ini terhadapmu..



Dan jika suatu saat nanti kamu membutuhkan seseorang maka aku akan mengikuti mu...

Tuesday, July 31, 2012

Sebelum Habis Bulan Juli

Sebelum habis bulan Juli,
Aku akan mengatakan aku bahagia bisa kembali lagi ke sekolah. Aku akan mengatakan aku bahagia bisa bertemu dengan teman-teman yang aku sayangi di sekolahku. Aku akan mengatakan bahwa aku bahagia bisa belajar di sekolahku saat ini. Aku akan mengatakan bahwa aku akan bahagia mengikuti apapun di sekolahku. Aku akan mengatakan bahwa aku mencintai sekolahku. Aku mencintai meja belajarku.
Apapun yang mereka katakan, terserah.
Yang jelas ini sekolahku. Aku heran saja, mengapa mereka malah memperburuk keadaan bukan malah sebaliknya. Sekolah ini memang tidak sehebat sekolah teladan atau manapun yang kau anggap keren lainnya. Sekolahku memang biasa saja. Tapi, berkacalah! Kalau kau anggap sekolah lain lebih keren, lebih bagus, lebih segalanya, dan orang sepertimu pantas berada di sana, pergilah! Cari sekolah yang kau anggap pantas menerima orang sepertimu. Karena sekolah ini tidak butuh orang yang tidak mencintainya! Karena ini sekolah, tempat belajar, tempatmu menemukan banyak ilmu di setiap selanya.

Masalah yang bukan urusanmu di sekolah tinggalkanlah...
Yang kau anggap bukan urusanmu ya jangan di urusi.

Masa depanmu sebenarnya bukan tergantung bagaimana hebatnya sekolahmu, punya nama atau tidaknya sekolahmu, tapi bagaimanakah kamu belajar dengan baik di sekolah kamu. Ambil pelajaran dari kisah laskar pelangi. Punya apa sekolah mereka? Tapi orang-orang hebat seperti Lintang, Ikal, dan kawan-kawan terlahir karena mereka mencintai sekolahnya. Mereka tidak pernah mengeluhkan fasilitas ini-itu, mereka tidak pernah menjelekkan sekolah mereka yang belum punya prestasi sama sekali. Malah justru mereka yang menciptakan kebanggaan dengan sebuah ukiran prestasi mereka.

Itulah yang aku ingin sekali lakukan
Sebelum habis bulan Juli ...
Aku ingin mencintai sekolahku, aku ingin mencintai sekolahku, aku ingin mencintai sekolahku...

On The Night Like This


On the night like this
There's so many things I want to tell you
On the night like this
There's so many things I want to show you

Cause when you're around
I feel safe and warm
When you're around
I can fall in love every day

In the case like things
There are a thousand good reasons
I want you to stay