Teruntuk angin atau entah siapa yang rentan akan menelan seonggok rasa sesal yang sering kau sebut dalam serentet kata pembentuk cerita
Aku tak ingin memelihara rasa sesal karena runtutan ceritamu sebenarnya ada tanganku, yang sebenarnya selalu kau genggam dengan kuat, cengkeraman yang membuat seluruh kupu-kupu di dunia ini hinggap di hatiku. Bersorak sorai pesta ria. Mengalahkan meriahnya seluruh pesta yang pernah ada di dunia
Aku tak ingin memelihara rasa sesal karena runtutan ceritamu sebenarnya ada aku, yang sebenarnya kau peluk hangat. Kehangatan yang membuat seluruh tubuh ini nyaman. Mengalahkan pakaian tebal semahal apapun yang dijual saat musim dingin tiba.
Aku tak ingin memelihara rasa sesal karena runtutan ceritamu sebenarnya ada ocehanku, yang sebenarnya setia kau dengarkan. Kesetiaan yang membuat seluruh hati ini luluh. Mengalahkan kesetiaan romeo terhadap julietnya.
Aku tak pernah ingin sadar karena runtutan ceritamu sebenarnya tidak ada aku, yang sebenarnya aku tidak pernah kau perlakukan hal yang sama dengan semua yang ada di dalam -entah apa- itu, mungkin hanya bayang-bayang, mungkin hanya angin saja. Sampai aku tidak bisa menyebutkannya.
I hope you will will wiiiiiill be better better better there, and all of the world know that I'm really really miss you. Miss you miss you miss youuuu miss youu miss youuuuuuuuu :'(
I love you, my lovely mom that I never had :'(
Pages
Ini hanya tentang cerita
Wednesday, February 6, 2013
Wednesday, January 9, 2013
Kamu Masih Istimewa
Kemarin aku menemuimu
Dengan salah satu tanganku yang ditarik
Dengan degup degup yang seperti biasanya,
Iya, seperti biasa ketika aku bertemu kamu
Kata katamu mengalir begitu saja
Membuat suara suara lagi bergemuruh
Aku malu,
melihatmu rapi, sementara aku tertekuk tekuk
Kata katamu masih bergemuruh
Mengalir masuk ke daun telingaku
Aku menyimakmu seksama, mendengar pelan pelan
Tak inigin melewatkan satu hurufpun
Tak ingin kau cepat selesai berkata kata
Matamu masih seperti itu
Menerejang masuk sembarangan, sampai dasar
Sampai aku tak pernah lupa caramu melirik
Aku berkata kata juga, walau terbata-bata
Sampai detik ini, kamu masih istimewa
Dengan salah satu tanganku yang ditarik
Dengan degup degup yang seperti biasanya,
Iya, seperti biasa ketika aku bertemu kamu
Kata katamu mengalir begitu saja
Membuat suara suara lagi bergemuruh
Aku malu,
melihatmu rapi, sementara aku tertekuk tekuk
Kata katamu masih bergemuruh
Mengalir masuk ke daun telingaku
Aku menyimakmu seksama, mendengar pelan pelan
Tak inigin melewatkan satu hurufpun
Tak ingin kau cepat selesai berkata kata
Matamu masih seperti itu
Menerejang masuk sembarangan, sampai dasar
Sampai aku tak pernah lupa caramu melirik
Aku berkata kata juga, walau terbata-bata
Sampai detik ini, kamu masih istimewa
Saturday, December 15, 2012
Aku Bukan Babu
Mengutip dari sebuah blog yang kebetulan suasananya sedang sama dengan suasana perasaan :
'Aku tak suka menjadi pendahulu, menjadi perintis, atau apalah. Aku terlalu babu untuk menjadi andalan, makanya aku bilang bahwa inisiatif itu penting. Supaya kita berpikir, kalau tidak ada lagi pendahulu, perintis atau andalan yang bisa diajukan, kitalah yang menjadi mereka. Makanya aku bilang bahwa inisiatif itu perlu, itu perlu bagi semua kader-kader regenerasi.. Oke?? Aku bukan BABU!'
Sunday, December 9, 2012
Saturday, December 8, 2012
Balada
Aku terlanjur menyalakannya. Terlanjur. Mau seperti apa juga sudah terlanjur. Mungkin hanya terlalu menyenangkan memainkannya sehingga aku tidak menyadari, lama-lama api itu membesar. Baiklah aku yang menyalakannya sendiri. Aku tidak menyalahkan siapa-siapa ketika api itu membesar dan menghanguskan beberapa kisah. Sampai sekarang, mata air manapun belum bisa memadamkannya.
Aku ingin dingin, sungguh. Namun cinta ini masih menetap di tempatnya.
Thursday, December 6, 2012
My Little Twinkle Star's Birthday
Yey, hari ini Firda sweet seventeen :-)
Walaupun bodinya belum tujuh belas sih *kemudian digampar pake sandal swallow ke muka*. Hahaha. Ya ampun cepet juga ya Firda udah tujuh belas <3
Jadi inget dulu pas pertama kali aku kenal dia. Ya pas kita masuk SMP yang sama. Kita kan sama-sama masuk Boarding *cieeh*. Dan waktu itu tinggi badannya dia masih sama kayak sekarang belum banyak berubah. *Damai-damaiii*. Muka dia dari dulu sampe sekarang juga enggak cantik-cantik, padahal ibunya jualan kosmetik *ditendang jauh-jauh* haha :D
Dulu dia anaknya rajin gilak, sholehah gitu dweh :3. Dulu kita sama-sama masuk kelas VII B, VIII B, XI B. Yes. Sekelas terus, nggak ganti-ganti *Yaiyalaaah, lo pikir ada berapa kelas?*. Sampe akhirnya aku sama dia masuk IPM dan dia jadi ketua dan aku sekretaris :) Walaupun gaje, sekarang kalau dikenang jadi konyol gitu. Konyol-konyol indah. Yaa namanya juga kenangan. Sekarang kita berbalik. Wkwk, dan sekarang kita malah sering hantam-hantaman (??) hahaha..
Walaupun bodinya belum tujuh belas sih *kemudian digampar pake sandal swallow ke muka*. Hahaha. Ya ampun cepet juga ya Firda udah tujuh belas <3
Jadi inget dulu pas pertama kali aku kenal dia. Ya pas kita masuk SMP yang sama. Kita kan sama-sama masuk Boarding *cieeh*. Dan waktu itu tinggi badannya dia masih sama kayak sekarang belum banyak berubah. *Damai-damaiii*. Muka dia dari dulu sampe sekarang juga enggak cantik-cantik, padahal ibunya jualan kosmetik *ditendang jauh-jauh* haha :D
Dulu dia anaknya rajin gilak, sholehah gitu dweh :3. Dulu kita sama-sama masuk kelas VII B, VIII B, XI B. Yes. Sekelas terus, nggak ganti-ganti *Yaiyalaaah, lo pikir ada berapa kelas?*. Sampe akhirnya aku sama dia masuk IPM dan dia jadi ketua dan aku sekretaris :) Walaupun gaje, sekarang kalau dikenang jadi konyol gitu. Konyol-konyol indah. Yaa namanya juga kenangan. Sekarang kita berbalik. Wkwk, dan sekarang kita malah sering hantam-hantaman (??) hahaha..
Dan, ehm . . .
Firda, my little-little twinkle star
HAPPY BIRTHDAY, SAYAANG :)
*kirim paket cintaa ke kamar sebelaaaah*
Tujuh belas tahun kan ya?
Yang pertama jelas aku doakan semoga kamu tetep dalam lindungan Allah, selamat, sehat :)
Yang nggak kalah penting semoga kamu bisa cept-cepet melepas predikat "bego matematika" secepatnya. Ini penting kan? Iya kan? Hahaha, Amiin. Amiin :)
Semoga makin tinggi ya, Fir :') Biar tambah 11:12 sama Dian Sastro.Hahaha.
Aku kirimin sayangku ke kamu lewat pos angin aja ya :) Semoga bener-bener bisa sampe kamarmu..
Soalnya merpatiku yang biasa ngirimin pos lagi mogok kerja -,-" *pukpukk merpati*
Sukses buat ke depan ya, Beybehh <3
Have a spectacular seventeen!!!
*tebar bunga*
Big hug,
Princess Suzash Gribisy R.
Posted by
Suzash G. Rabbani
at
12:08 AM
2
comments
Email This
BlogThis!
Share to X
Share to Facebook
Saturday, November 10, 2012
Aku Perempuan
Ya Allah, yang telah menciptakan aku sebagai perempuan.
Yang telah menjadikan aku sebagai seorang yang istimewa. Yang telah membuat bahuku cukup kuat untuk menopang dunia. Namun juga telah menciptakannya begitu lembut hingga cukup untuk memberikan kehangatan dan rasa nyaman. Yang memberikan kekerasan untuk membuatku tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah. Yang telah memberiku kepekaan sehingga mampu mencintai. Yang telah memberiku kekuatan sehingga mampu mendukung teman-temanku. Yang telah memberikan kebijaksanaan untuk menghadapi kehidupan. Yang telah memberiku air mata untuk menghapus kesedihan.
Aku perempuan.
Entah cukup kuat atau tidak untuk memimpin. Entah cukup bijak atau tidak untuk memimpin. Entah cukup memberikan rasa nyaman atau tidak untuk memimpin. Entah cukup tegar atau tidak untuk memimpin. Entah cukup mencintai atau tidak untuk memimpin.
Namun, sekali lagi aku perempuan...
Yang mudah rapuh ketika sedikit saja tersenggol, yang mudah berteriak ketika ada sedikit saja gelap, yang mudah meleleh ketika sedikit saja panas
Namun, sekali lagi aku perempuan...
Yang tahu kalau dirinya rapuh, dan hanya bisa mencari kekuatan-kekuatan yang bisa digapainya.
Many nights we've prayed
With no proof anyone could hear
In our hearts a hopeful song
We barely understood
Now we are not afraid
Although we know there's much to fear
We were moving mountains long
Before we knew we could
There can be miracles, when you believe
Though hope is frail, it's hard to kill
Who knows what miracles you can achieve
When you believe, somehow you will
You will when you believe
In this time of fear
When prayers so often prove in vain
Hope seems like the summer birds
So swiftly flown away
Yet now I'm standing here
My heart's so full I can't explain
Seeking faith and speaking words
I never thought I'd say
There can be miracles, when you believe
Though hope is frail, it's hard to kill
Who knows what miracles you can achieve
When you believe, somehow you will
You will when you believe
They don't always happen when you ask
And it's easy to give in to your fears
But when your blinded by your pain
Can't see your way straight through the rain
A small but still, resilient voice
Says love is very near
You will when you believe
Just believe
Entahlah, mendengar lagu ini rasanya saya percaya sekali saya kuat.
Janji Allah juga dalam Al-Quran sudah disebutkan, "Sesungguhnya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan." (QS.Al-Insyirah)
Semoga saya kuat. Semoga saya kuat. Semoga saya kuat. Keep Fighting :D
Yang telah menjadikan aku sebagai seorang yang istimewa. Yang telah membuat bahuku cukup kuat untuk menopang dunia. Namun juga telah menciptakannya begitu lembut hingga cukup untuk memberikan kehangatan dan rasa nyaman. Yang memberikan kekerasan untuk membuatku tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah. Yang telah memberiku kepekaan sehingga mampu mencintai. Yang telah memberiku kekuatan sehingga mampu mendukung teman-temanku. Yang telah memberikan kebijaksanaan untuk menghadapi kehidupan. Yang telah memberiku air mata untuk menghapus kesedihan.
Aku perempuan.
Entah cukup kuat atau tidak untuk memimpin. Entah cukup bijak atau tidak untuk memimpin. Entah cukup memberikan rasa nyaman atau tidak untuk memimpin. Entah cukup tegar atau tidak untuk memimpin. Entah cukup mencintai atau tidak untuk memimpin.
Namun, sekali lagi aku perempuan...
Yang mudah rapuh ketika sedikit saja tersenggol, yang mudah berteriak ketika ada sedikit saja gelap, yang mudah meleleh ketika sedikit saja panas
Namun, sekali lagi aku perempuan...
Yang tahu kalau dirinya rapuh, dan hanya bisa mencari kekuatan-kekuatan yang bisa digapainya.
Many nights we've prayed
With no proof anyone could hear
In our hearts a hopeful song
We barely understood
Now we are not afraid
Although we know there's much to fear
We were moving mountains long
Before we knew we could
There can be miracles, when you believe
Though hope is frail, it's hard to kill
Who knows what miracles you can achieve
When you believe, somehow you will
You will when you believe
In this time of fear
When prayers so often prove in vain
Hope seems like the summer birds
So swiftly flown away
Yet now I'm standing here
My heart's so full I can't explain
Seeking faith and speaking words
I never thought I'd say
There can be miracles, when you believe
Though hope is frail, it's hard to kill
Who knows what miracles you can achieve
When you believe, somehow you will
You will when you believe
They don't always happen when you ask
And it's easy to give in to your fears
But when your blinded by your pain
Can't see your way straight through the rain
A small but still, resilient voice
Says love is very near
You will when you believe
Just believe
Entahlah, mendengar lagu ini rasanya saya percaya sekali saya kuat.
Janji Allah juga dalam Al-Quran sudah disebutkan, "Sesungguhnya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan." (QS.Al-Insyirah)
Semoga saya kuat. Semoga saya kuat. Semoga saya kuat. Keep Fighting :D
Labels:
Cerita
Feedjit
Anda Pengunjung Ke -
About Me
- Suzash G. Rabbani
- Yogyakarta, Indonesia
- I am seventeen years old, and last grade in senior high school. Part of XII-Social-One. I love story, I love my friends a lot. I'm very happy cause now I have so many friends here... :-)
Followers
My Account
What Time Is It Now ?
Powered by Blogger.

